Sejarah dan Alasan Disket Tidak Lagi Digunakan Saat Ini

Sejarah dan Alasan Disket Tidak Lagi Digunakan Saat Ini

Perangkat komputer terus mengalami perkembangan. Perkembangan yang ada pun sangat pesat dan cepat. Salah satu yang ada adalah dalam hal media penyimpanan. Media penyimpanan sangat berkembang pesat. Untuk penyimpanan eksternal, flashdik sekarang sudah memiliki kapasitas puluhan gigabyte dan bahan ada juga harddisk eksternal. Namun, mungkin sebagian generasi muda tidak sepenuhnya tahu tentang disket atau floppy disk. Ini adalah salah satu media penyimpanan yang sangat populer di era 1990-an, tapi sekarang sudah tidak digunakan lagi. Bahkan, sebagian besar perangkat komputer pun sudah tidak memiliki floppy driver lagi untuk mengakses floppy disk ini.

Sejarah Perkembangan Disket

Sejarah dan Alasan Disket Tidak Lagi Digunakan Saat Ini

Media penyimpanan yang satu ini memang sudah tidak lagi digunakan. Namun, tidak ada salahnya sama sekali untuk membahasnya karena dulu pun sempat ada era di mana floppy disk sangat populer dan banyak digunakan. Penggunaan floppy disk semakin berkurang ketika flashdisk sudah mulai muncul. Di awal kemunculannya, flash disk masih di kisaran 1GB, bahkan flashdisk dengan kapasitas 500MB pun di masa itu masih ada. Sekarang, flashdisk sudah mampu menawarkan ukuran yang sangat besar mencapai puluhan GB, dan bahkan ada harddisk eksternal yang mampu memberikan kapasitas mencapai 3TB.

Berdasarkan sejarahnya, gagasan penggunaan disket muncul pada tahun 1967. Di masa itu, IBM atau International Business Machines meminta tim atau divisi yang ada di perusahaan tersebut untuk mengembangkan suatu media penyimpanan yang ringkas dan lebih sederhana dibandingkan harddisk yang ada. Barulah pada 1971, Alan Shugart dan timnya berhasil membuat floppy disk pertama walau di masa itu belum dinamakan demikian. Di masa itu, nama yang digunakan adalah memory disk, sebagaimana fungsinya yang berupa disk untuk menyimpan memori. Dalam perkembangannya, barulah nama floppy disk digunakan. Floppy sendiri berarti bahwa itu fleksibel untuk digunakan.

Lalu, pada 1975, Borroughs Corporation membuat suatu bentuk prototype dari floppy disk ini dengan ukuran yang lebih kecil. Dari prototype yang ada, dihasilkan floppy disk dengan ukuran sekitar 5 inch. Tentunya ini bukanlah floppy disk yang kemudian banyak digunakan karena ukuran yang ada jauh lebih kecil lagi. Namun, proyek tersebut terpaksa dihentikan karena ketidakmampuan tim dalam menyelesaikan proyek dan prototype yang ada. Beberapa saat setelah itu, Alan Shugart dan timnya yang kembali berhasil menciptakan floppy disk berukuran 5 inch tersebut. Dalam perkembangannya, baru pada kisaran tahun 1980 floppy disk dikenalkan secara umum. Dalam prosesnya, produsen-produsen mulai memproduksi floppy disk dengan bentuk dan format yang sama agar bisa digunakan secara universal.

Pada tahun 1981, Sony memprakarsai adanya floppy disk dengan ukuran lebih kecil. Ukurannya hanyalah 3,5 inch saja, dan ini sudah sangat bagus dibandingkan sebelumnya yang berukuran 5 inch. Dari sinilah, kemudian format 3,5 inch ini populer dan banyak digunakan secara umum di era 1990-an sebagai removable disk, atau disk yang bisa dilepas dan dipasang lagi.

Dalam hal ini, bentuk floppy disk sendiri kotak dengan adanya piringan magnetik di dalamnya. Piringan ini tidaklah keras dan kaku layaknya piringan CD atau DVD. Piringan ini cenderung seperti suatu plastik saja. Dari segi kapasitas memori, ini hanya mampu menampung sekitar 1,4MB saja. Walau terbilang kecil, ini sangat berguna di masa itu. Di masa 1900-an, suatu file masih belum berukuran terlalu besar. Jenis file yang ada pun tidaklah sekompleks dan sevariatif sekarang. Karena itu, peran floppy disk sangat berguna karena ada media penyimpanan yang bisa digunakan dengan lebih fleksibel.

Alasan Disket Tak Lagi Digunakan

Perkembangan Disket

Sebagaimana yang diketahui dan sudah dibahas sebelumnya, floppy disk saat ini sudah tidak lagi digunakan. Era floppy disk bisa dibilang mulai meredup ketika penggunaan CD mulai banyak digunakan karena CD mampu menampung file lebih banyak daripada floppy disk. Perannya semakin menghilang seiring kemunculan flashdisk. Flashdisk rasanya sangat berbeda walau sama-sama merupakan removeable disk. Namun, flash disk lebih simpel dan lebih sederhana. Di sisi lain, kapasitasnya sudah cukup besar walau di masa itu masih di kisaran ratusan MB saja.

Alasan utama tidak lagi digunakannya floppy disk tentu adalah ukurannya. Yang dimaksud adalah kapasitas file yang ada. Di sini, flashdisk sangatlah berperan penting karena flashdisk bisa menyimpan dan mengubah data yang tersimpan di dalamnya. Selain itu, flashdik memberikan kapasitas yang berpuluh kali lebih besar daripada floppy disk. Tidak mengherankan bila kemudian media penyimpanan ini perlahan menghilang dan tidak lagi digunakan. Ditambah lagi, jenis file yang disimpan orang-orang sekarang lebih banyak, mulai dari file pekerjaan, lagu, video, bahkan film yang mana menuntut ukuran yang besar.

Di sisi lain, floppy disk terbilang cukup ringkih atau tidak memiliki durabilitas yang bagus. Bentuk yang bisa dibilang cukup besar tentu tidak nyaman digunakan dibandingkan flashdisk, atau harddisk eksternal sekalipun. Bahan plastik pada case yang digunakan pun tidak sepenuhnya padat dan keras, dan ini membuatnya mudah patah. Ketika sering digunakan dan kemudian tidak disimpan dengan baik, adanya debu sudah lebih dari cukup untuk merusak fungsi floppy disk. Ini tentu berbeda dengan flashdisk yang sistemnya tertutup dan debu tak terlalu menjadi masalah. Karena ini semualah, disket menjadi tak lagi relevan digunakan.